Di Tengah Badai PHK, UMKM Harap Event Besar Jadi Pendongkrak Ekonomi

Morowali Utara, Wita.id - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melanda Daerah Morowali Utara beberapa hari terakhir, memicu efek domino di berbagai sektor. Salah satu yang paling terdampak adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hadirnya kegiatan yang diselenggarakan Mamala Grup, sangat berdampak positif terhadap sejumlah UMKM yang beberapa terakhir ini menjerit akibat gelombang PHK yang memicu penurunan pendapatan secara signifikan. 1.550 rider pecinta motor trail dari lintas provinsi, hadir di Morowali Utara sehari sebelum dimulainya kegiatan bertajuk "Mamala Bertabur Bintang" yang diselenggarakan di Lapangan Morokoa, Kelurahan Kolonodale, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, 8/8/2026. Datangnya ribuan rider motor trail tersebut bukan hanya ingin merasakan lintasan ekstrem di Morowali Utara, tetapi turut membawa dampak positif bagi perekonomian di daerah tersebut. Sejumlah penginapan dilaporkan penuh akibat membludaknya orang yang datang dari luar daerah. Jumail (61) penjual es keliling merasa sangat bersyukur dengan adanya kegitan tersebut. Menurut Jumail, gerobak es yang didorongnya selama ini keliling di area kelurahan tersebut merupakan mata pencahariannya untuk menghidupi istri dan anaknya. Jumail mengaku dengan adanya kegiatan Mamala Grup membuat omset hariannya bertambah dari hari-hari sebelumnya. "Selama dua hari dengan adanya acara ini, saya dapat sekitar 500 ribu perhari. Sebelum ada acara ini, saya keliling menjual es di sekitar Kodal sampai sore cuma bisa dapat 200 ribu itu pun kalau sampai. Karena banyak karyawan di PHK sekarang" ungkap Jumail kepada Wita.id 9/9/2026. Dampak tersebut turut dirasakan Rosiana (43) pedagang gorengan yang mempunyai tenan di area lapangan tersebut. Rosiana mengaku sangat bersyukur adanya event tersebut. Rosiana menyebut sebelum adanya acara tersebut, dagangannya sangat sepi pembeli, terlebih banyak karyawan yang terdampak efisiensi dan memilih pulang kampung. "Kalau perhari, sebelum ada acara ini, sangat sepi karena lagi musim PHK, banyak pulang kampung karyawan. Tapi pas ada acara ini, alhamdulillah agak meningkatmi pembeli" ungkap Rosiana kepada Wita.id Rosiana juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara. Menurutnya, dampak dari event tersebut sangat terasa baginya dan pelaku UMKM di area tersebut. "Terima kasih ibu Warda, karena berkat acara ini, kami dari pedagang kaki lima bisa mendapatkan hasil penjualan yang meningkat dari hari-hari sebelumnya" Tutup Rosiana. Rosiana berharap agar sesering mungkin diselenggarakan acara besar yang menghadirkan orang dari luar daerah, agar penjualannya yang selama ini hanya mengandalkan pelanggan dari karyawan bisa meningkat. Warda Dg. Mamala selaku penyelenggara acara menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Morowali Utara karena acara selama dua hari itu berjalan dengan lancar. Melihat besarnya dampak positif acara tersebut bagi UMKM, Ketua DPRD Morowali Utara itu, mengatakan akan menggelar acara serupa menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2026. "Insyallah, saya sampaikan tadi saat penyambutan acara bahwa semoga kita sama-sama diberi umur panjang. Insyallah menjelang 17 Agustus kita buat lagi dan seterusnya" Ungkap Warda Kepada Wita.id 9/9/2026. Perlu diketahui bahwa daerah Morowali Utara yang terkenal wilayah industri, saat ini tengah dilanda gelombang PHK. Hal tersebut tentu memicu penurunan aktivitas ekonomi serta kurangnya mobilisasi masyarakat karena banyak karyawan yang terdampak PHK memilih pulang ke kampung halaman. Kegiatan yang mengundang orang dari luar daerah Morowali Utara diharapkan diselenggarakan sesering mungkin agar meningkatkan perekonomian di tengah bada efisiensi yang melanda daerah industri tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *